Inilah Komentar Para Pembalap Usai MotoGP di Sepang, Malaysia (Valentino Rossi dan Marc Marquez)

1. Casey Stoner (Stoner: Andai Rossi yang Disenggol, Pasti Lawannya Didiskualifikasi)

jual perlengkapn haji dan umroh onlenCasey Stoner ternyata juga berminat untuk ikut mengomentari mengenai insiden yang dialami oleh Marc Marquez saat berduel dengan Valentino Rossi di GP Malaysia, pada Minggu (25/10/2015). Menurutnya, hukuman yang telah dijatuhkan oleh Race Direction terhadap pemilik nomor 46 dianggap tak adil. Sewajibnya ceo klasemen sementara MotoGP didiskualifikasi.

Stoner rutin memiliki pandangan tak sama ketika menanggapi insiden duel Marquez versus Rossi. Entah tetap menaruh dendam atau tidak, tetapi manurutnya apabila The Doctor berada di posisi juara dunia dua kali, maka lengkap kakak kandung Alex Marquez bakal didiskualifikasi. Tapi situasinya kini tak sama di mana yang melakukan kesalahan itu merupakan joki dari Movistar Yamaha.

“Apabila orang lain melakukan apa yang diperbuat Valentino, bendera hitam tentu langsung dikibarkan. Serta, tak ada yang bisa mempertanyakan itu,” kicau Stoner dalam akun twitter semacam dikutip Speedweek, Senin (26/10/2015).

Atas insiden tersebut, Race Direction memberi tiga poin penalti untuk Rossi. Dengan tambahan satu poin penalti yang telah didapat di Misano. Serta pada balapan seri terbaru di GP Valencia, November mendatang, Rossi bakal mengawali balapan dengan berada di posisi buncit atau paling belakang.

Ketika ditanya soal hukuman Race Direction, mantan juara dunia dua kali yang dikenal dengan julukan Kuri-Kuri Boy menjawab sewajibnya direksi balapan bisa memilah-milah sebelum mengambil keputusan. Pasalnya, ada perbedaan besar antara balap dengan gaya ugal-ugalan serta berniat menjatuhkan seseorang.

“Ada perbedaan yang sangat besar antara membalap sembrono serta berniat menjatuhkan seseorang,” tambah Stoner.

Ucapan Stoner seakan diamini mantan juara empat kali Supebike, Carl Fogarty. “Kalau yang melakukan itu pembalap lain, mereka tentu telah didiskualifikasi dari balapan motoGP,” tutupnya.

2. Dani Pedrossa (Pedrosa: Aksi Rossi Tak Pantas Ditiru!)

Aksi Valentino Rossi yang membuat Marc Marquez tersungkur di Grand Prix Malaysia membuat Dani Pedrosa kecewa. Pembalap Repsol Honda itu menyebut aksi The Doctor tak pantas jadi panutan.

Hal itu dilontarkan Pedrosa menanggapi sikap Rossi yang enggan menghadiri sesi konferensi pers pasca balapan. Dia menyangkan sikap Rossi yang dianggapnya sebagai salah satu pembalap terbaik saat ini.

“Bagi saya, Valentino tetap punya sihir dalam urusan duel, lebih baik dari siapapun. Saya tidak membenarkan aksinya, tetapi karena bisa mengatasi banyak rival dengan memenangi pertarungan baik yang mungkin bisa dipelajari. Tapi saya rasa tidak untuk hari ini,” ucap Pedrosa dilansir Marca, Minggu (25/10/2015).

“Saya selalu mengatakan sebaiknya kami balapan dengan tenang. Motor ini hebat dan berbahaya, kami sebaiknya berhati-hati dan Valentino selalu mengatakan: Ya, tapi ini adalah balapan dan balapan selalu berlangsung dengan baik dan bisa saja terjatuh. Saya melihat kontradiksi dalam ucapannyalengkap ,” imbuhnya.

“Apa yang saya yakini adalah dia pembalap terbaik saat ini. Dia mempunyai pengagum yang banyak dan percaya dia bisa menjelaskan apa yang terjadi dengan benar. Jadi saya pikir alangkah baiknya anda jelaskan pada wartawan sebab banyak pihak melihat apa yang dilakukannya dan kami mesti adil menyikapinya,” tutup pemenang GP Malaysia itu.

Rossi yang mengakhiri balapan di posisi ketiga, akhirnya dihukum penalti poin sebanyak tiga poin yang membuatnya mesti start paling buncit di Grand Prix Valencia, 8 November mendatang. Kondisi itu membuat Jorge Lorenzo yang kini berpeluang besar jadi juara dunia MotoGP musim ini.

3. Jorge Lorenzo  (Lorenzo: Aksi Rossi pada Marquez Sungguh Tak Pantas!)

Pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Jorge Lorenzo mengaku sudah kehilangan rasa hormat terhadap sang tandem sekaligus rival beratnya, Valentino Rossi usai mengalami senggolan kontroversial dengan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez dalam balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia pada hari Minggu (25/10).

Berkat insiden ini, Rossi mendapat tiga poin penalti dari Badan Pengawas Balap karena dinilai berkendara dengan cara yang tak bertanggung jawab saat bertarung dengan Marquez di tujuh lap pertama. Lorenzo yang finis kedua di depan Rossi, yakin banyak orang berubah pikiran soal The Doctor.

“Saya rasa tak hanya saya, tapi lengkap banyak orang kehilangan rasa hormat untuknya sebagai seorang olahragawan. Vale memang pebalap yang menakjubkan, mungkin yang terhebat sepanjang sejarah, namun sebagai seorang olahragawan, saya rasa banyak orang akan berubah pikiran,” ujar Lorenzo seperti yang dilansir Crash.net.

Por Fuera pun menyatakan bahwa aksi “nakal” Rossi ini bukan hal baru, namun meyakini kali ini adalah aksi terburuk The Doctor. Menurut Lorenzo, aksi ini tak pantas dilakukan Rossi, yang merupakan sembilan kali juara dunia.

“Di masa lalu, ia pernah melakukan aksi yang sama, tapi kali ini adalah yang terburuk. Saya rasa aksi macam ini sungguh bukan aksi yang seharusnya dilakukan pebalap hebat seperti Valentino Rossi. Hal macam ini tak bisa diterima dalam olahraga ini,” tutup Lorenzo.

4. Ben Spies (Ben Spies: Marc Marquez seharusnya dikenai hukuman untuk hari ini juga)
Insiden antara Valentino Rossi dan Marc Marquez pada balapan MotoGP Malaysia 2015, Minggu (25/10), mendapat perhatian dari mantan pebalap MotoGP asal Amerika Serikat (AS), Ben Spies. Menurutnya, Marquez harus mendapat hukuman seperti yang diterima oleh Rossi.

Mantan pebalap yang pernah memperkuat tim Yamaha dan Ducati itu ikut menyaksikan jalannya balapan yang dimenangi oleh Dani Pedrosa. Selepas balapan usai, Ben Spies kemudian melontarkan pendapatnya tentang hukuman yang didapat oleh Rossi.

“Iya, saya setuju Marc Marquez seharusnya dikenai hukuman untuk hari ini juga,” bunyi kicauan Ben Spies di Twitter tentang hukuman yang diterima oleh Rossi.

Kicauan Ben Spies tersebut tidak lepas dari aksi Marquez yang terus menekan dan mengganggu Rossi sejak balapan dimulai. Rossi juga mengakui bahwa dirinya sangat terganggu oleh Marquez pada balapan tersebut. Keduanya lengkap bahkan beberapa kali saling menyalip dan melakukan manuver yang cukup membahayakan.

Persaingan antara Rossi dan Marquez terhenti saat balapan memasuki lap kesembilan. Keduanya terlihat sangat berdekatan dan terjadi benturan yang akhirnya membuat Marquez terjatuh. Akibat insiden itu, Rossi mendapat hukuman dari Race Direction berupa penalti tiga poin.

Hal itu tentu sangat menguntungkan Jorge Lorenzo karena hukuman itu akan membuat Rossi memulai balapan pada seri terakhir musim ini di Valencia dari posisi paling belakang.

5. Max Biaggi  (Biaggi: Balapan yang cerdas, bagus, dan dingin dari Lorenzo!)

Balapan MotoGP Malaysia hari Minggu (25/10) kemarin bukan cuma menghadirkan pemenang, tapi lebih daripada itu: sebuah drama. Beragam komentar kemudian bermunculan tentang insiden Sepang. Salah satunya datang dari mantan rider top MotoGP Max Biaggi.

Pembalap Repsol Honda Dani Pedrosa yang melintasi garis finis paling pertama dalam balapan di Sepang. Itu merupakan kemenangan kedua Pedrosa musim ini, yang juga ia capai dalam periode tiga balapan terakhir.

Kemudian di posisi dua ada pembalap Movistar Yamaha Jorge Lorenzo. Ia finis ditempat kedua sekligus di depan rekan setim sekaligus rival beratnya di kejuaraan saat ini, Valentino Rossi. Lorenzo akhirnya bisa memangkas selisih poin dari Rossi menjadi tujuh saja dari sebelumnya 11.

Namun demikian, perhatian balapan seri ke-17 di musim 2015 itu tentu saja lebih tersita pada drama persaingan putaran tujuh antara Rossi dengan pembalap Repsol Honda Marc Marquez.

Max Biaggi, yang dikenal lengkap sebagai sobat Lorenzo sekaligus pernah jadi rival sengit Rossi, kemudian mengomentari balapan di Sepang itu lewat akun Twitter-nya.

“Balapan yang cerdas, bagus, dan dingin dari Lorenzo!” demikian kicauan Biaggi.

Kata penyemangat nan manis kemudian juga diberikan Biaggi kepada Pedrosa sang pemenang di Sepang sebelum menambahkannya dengan tulisan yang diduga merujuk pada insiden Rossi dan Marquez.

“Selain itu…. lebih baik tak usah membahasnya saja-lah!!!”

Seperti diketahui, Biaggi dan Rossi pernah terlibat persaingan sengit di akhir era 500cc dan kemudian di awal masa MotoGP. Sama-sama berasal dari Italia, mereka justru disebut-sebut tidak memiliki hubungan yang bagus di luar lintasan balap.
6. Valentino Rossi (Rossi: Marquez Berhasil Mengubur Gelar Saya)

Rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi akhirnya angkat bicara seputar insiden pada tikungan 14 GP Malaysia di Sepang International Circuit, Malaysia (25/10/2015). Ia menilai pembalap Repsol Honda, Marc Marquez berhasil memutuskan persaingan perebutan gelar MotoGP musim ini.

Pada jumpa pers sebelum balapan, Rossi menilai Marquez memberi jalan kepada Jorge Lorenzo untuk menjadi jawara dunia misim ini. Klaim Rossi tersebut memang beralasan karena Marquez dan Lorenzo berasal dari Spanyol, kendati berbeda tim.

Sementara, Rossi dan Lorenzo tengah bersaing ketat menjadi yang terbaik musim ini. The Docter yang memimpin klasemen sementara pembalap, unggul lengkap tujuh angka atas Lorenzo. Namun impian Rossi menjadi jawara dunia di usia senja tampaknya akan sirna.

Berdasarkan statistik, Rossi bisa tampil sebagai juara dunia dengan catatan minimal menjadi runner-up pada GP Valencia, 8 November. Juara dunia juga menjadi milik Rossi, seandainya Lorenzo tidak mampu menyelesaikan balapan.

Bagi Rossi, ulah Marquez yang dinilai mengganggunya menjadi kerugian besar. Ia mengklaim menjadi tugas mustahil untuk menduduki urutan kedua pada GP Valencia.

“Marquez telah menunjukkan apa yang saya katakan pada jumpa pers dan itu benar. Dia telah berhasil dan saya telah kehilangan gelar,” kata Rossi seperti dilansir reuters.

“Saya tidak ingin dia celaka. Saya hanya menghentikannya dan menjauhkan jarak. Kami bersentuhan, tapi tidak benar saya menendangnya. Melainkan dia yang menyentuh kaki saya dengan setangnya, yang kemudian membuatnya tergelincir,” papar Rossi.

“Ini hasil yang buruk bagi semua. Akan menyenangkan menghadapi Lorenzo di Valencia, tapi Marquez telah mengubur impian tersebut,” ungkapnya.

7. Marc Marquez (Marquez: Rossi Tendang Setang dan Rem Motor Saya!)

Pebalap Honda, Marc Marquez mengatakan hal yang dilakukan Valentino Rossi di Sirkuit Sepang, Minggu (25/10/2015) sangat memalukan. Marquez menyebut rider Yamaha Movistar itu kehilangan kendali.

Rossi secara mengejutkan melakukan aksi tidak terpuji pada lap ketujuh di MotoGP Malaysia. Dia dengan sengaja mengarahkan kakinya ke motor Marquez hingga terjatuh.

“Ketika dia menyalip saya untuk pertama kalinya, saya mencoba untuk mengikutinya. Kemudian, saya melihat kecepatan motor saya lebih cepat dari dia,” kata Marquez seperti diberitakan Crash.

“Setelah itu, saya mencoba menyalipnya dan mencoba membuat jarak dengan dia. Rossi mengganggu saya, begitupun sebaliknya,” sambung rider berkebangsaan Spanyol tersebut.

(Baca Juga: kaskus walikota bogor lawan sekte syiah)

Iklan

Tentang Perlengkapan Haji Umroh

kami adalah toko online yang menjual bermacam-macam perlengkapan haji
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s